BATAM, elanghitamindonesia.co.id – Maraknya aktivitas tambang pasir ilegal di Kota Batam yang berlangsung secara masif menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kerusakan ekosistem lingkungan, pada Minggu (14/12/2025). Ketua Umum Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, angkat bicara menyoroti kelalaian instansi terkait, termasuk Pemerintah Kota Batam, yang dinilai acuh tak acuh meski masalah ini telah lama terekspos media.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Ismail saat diwawancarai beberapa media di Batam, penambangan liar ini telah menyebabkan hutan menjadi gundul, mangrove ditimbun, serta munculnya lubang-lubang besar akibat penggalian pasir. “Ini akan memicu bencana di masa depan, seperti banjir saat musim hujan.

Jangan sampai nanti saling menyalahkan, padahal penyebabnya jelas: ulah manusia yang merusak lingkungan,” tegasnya.Ia menyoroti fakta mencolok bahwa meski media telah berulang kali mempublikasikan isu ini, penertiban belum juga dilakukan. Lebih miris lagi, Ismail mengklaim adanya oknum penegak hukum yang membackup kegiatan ilegal tersebut. “Tidak ada yang melarang mencari rezeki, tapi jangan dengan cara merusak alam dan melanggar aturan,” katanya.

Ismail mendesak Wali Kota Batam untuk segera membentuk tim khusus guna memeriksa seluruh tambang pasir, batu, dan aktivitas penimbunan tanpa legalitas.

“Tangkap pelaku, sita peralatan mereka. Jika ada keterlibatan oknum polisi, gunakan Propam; kalau TNI, pakai POM. Beranikah Wali Kota bertindak? Jika dibiarkan, banjir bisa melanda hampir seluruh kota dan masyarakat terdampak,” tambahnya.Aktivis lingkungan ini menekankan bahwa seorang pemimpin harus punya target jelas dalam menyelesaikan masalah, terutama yang menyangkut kepentingan publik.

Penambangan ilegal, kerusakan hutan, dan penebangan mangrove yang semakin masif berpotensi membawa bahaya besar jika tidak segera dihentikan.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Batam belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut.