PANGKALPINANG, elanghitamindonesia.co.id – Kecamatan Gerunggang kembali mencatatkan prestasi membanggakan sebagai salah satu pusat pengembangan produk unggulan di Kota Pangkalpinang. Hal itu ditandai dengan peluncuran (launching) produk Dodol Nanas, yang dirangkaikan dengan pengiriman perdana ke Provinsi Jawa Barat serta kegiatan penanaman bersama dalam Program Ketahanan Pangan di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Kelurahan Tua Tunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Jumat (26/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Gerunggang. Untuk pertama kalinya, produk olahan nanas hasil karya masyarakat setempat berhasil dipasarkan ke luar Pulau Bangka, sekaligus menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar nasional.

Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung Ade Agustina, Camat Gerunggang Richard Syam, Lurah Tua Tunu Indah, jajaran Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Lembaga Adat Melayu (LAM), pelaku UMKM, serta masyarakat.

Peluncuran Dodol Nanas bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis potensi lokal.

Nanas yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Kecamatan Gerunggang kini berhasil diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Camat Gerunggang Richard Syam mengatakan, lahirnya produk Dodol Nanas merupakan hasil kolaborasi antara UMKM Kelurahan Tua Tunu Indah dengan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang melalui program pembinaan warga binaan.

“Launching produk nanas ini merupakan kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dari UMKM Kelurahan Tua Tunu Indah sebagai binaan lapas,” ujar Richard.

Ia menjelaskan, berbagai produk UMKM sebenarnya telah berkembang di Kecamatan Gerunggang. Namun, Dodol Nanas menjadi produk pertama yang berhasil dikirim ke luar daerah.

“Produk UMKM di Gerunggang sebenarnya sudah banyak. Tetapi untuk pengiriman ke luar daerah, saat ini baru produk olahan nanas yang berhasil dipasarkan,” katanya.

Richard optimistis keberhasilan tersebut menjadi langkah awal bagi UMKM Gerunggang untuk terus berkembang. Menurutnya, pemerintah kecamatan akan terus memetakan kebutuhan pasar sehingga produk-produk lokal mampu memenuhi permintaan konsumen.

“Ke depan kita akan melihat potensi pasarnya, apa yang dibutuhkan masyarakat. Kalau memang permintaannya besar, bukan tidak mungkin produk-produk UMKM Gerunggang bisa dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan pengiriman perdana ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha rumahan berbasis UMKM.

“Harapan kami tentu perekonomian masyarakat Gerunggang semakin meningkat. Jika permintaan Dodol Nanas terus bertambah, maka kapasitas produksi juga akan ditingkatkan. Ke depan olahan nanas tidak hanya dodol, tetapi akan dikembangkan menjadi berbagai produk lain agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Pengiriman perdana Dodol Nanas ke Jawa Barat diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk-produk UMKM Gerunggang untuk memperluas jaringan pemasaran ke berbagai wilayah di Indonesia. Keberhasilan ini diyakini akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha, petani nanas, hingga masyarakat yang terlibat dalam proses produksi.

Selain peluncuran produk, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman bersama dalam Program Ketahanan Pangan yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.

Program ini menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Kecamatan Gerunggang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian serta industri pengolahan hasil pertanian. Dengan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi sentra produksi pangan sekaligus pusat lahirnya produk-produk olahan yang memiliki daya saing tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Camat Gerunggang Richard Syam juga turut menyaksikan penyerahan Rumah Papan Layak Huni dari Lembaga Adat Melayu (LAM) kepada salah seorang warga Kelurahan Tua Tunu Indah. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Momentum ini menjadi bukti bahwa Kecamatan Gerunggang tidak hanya berkembang sebagai kawasan permukiman, tetapi juga mampu menjadi pusat inovasi produk lokal sekaligus daerah yang terus mendorong pembangunan ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Dengan semakin berkembangnya UMKM berbasis potensi lokal, Gerunggang diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu sentra penghasil produk olahan berkualitas yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat citra Kota Pangkalpinang sebagai kota yang kreatif, produktif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

 

Penulis: Tama