Batam, elanghitanindonesia.co.id— Aktivitas yang diduga kuat sebagai praktik penyelundupan berlangsung terang-terangan di kawasan pelabuhan tikus Punggur, Batam. Fenomena ini memunculkan tanda tanya besar terhadap efektivitas pengawasan di wilayah yang seharusnya berada dalam kontrol ketat otoritas maritim.
Tim investigasi yang turun langsung ke lokasi pelabuhan tikus punggur mendapati pemandangan mencolok: puluhan mobil pick-up hilir mudik mengangkut barang dari Batam menuju pelabuhan tikus.sungai gentong Barang-barang tersebut kemudian diduga diberangkatkan menggunakan kapal yang tidak menampilkan identitas lengkap sebagaimana diatur dalam ketentuan pelayaran.
Tidak hanya itu, aktivitas ini juga disinyalir berlangsung tanpa dokumen resmi seperti surat persetujuan berlayar dari syahbandar maupun manifest muatan. Padahal, dalam sistem pelayaran yang sah, manifest hanya dapat diterbitkan apabila kapal memiliki identitas yang jelas dan terdaftar.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin distribusi barang dalam skala besar dapat berjalan tanpa hambatan jika prosedur dasar administrasi pelayaran tidak terpenuhi?
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan berpotensi menjadi bagian dari kejahatan ekonomi yang merugikan negara. Selain menggerus potensi penerimaan, aktivitas ini juga membuka celah masuknya barang tanpa pengawasan yang memadai.
Yang lebih mengkhawatirkan, aktivitas ini
berlangsung di kawasan yang tidak jauh dari berbagai instansi pengawasan laut. Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas yang mampu menghentikan dugaan praktik ilegal tersebut.
Publik pun menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dan otoritas terkait. Penertiban menyeluruh dan penindakan tanpa kompromi dinilai menjadi kunci untuk memutus rantai aktivitas ilegal yang diduga berlangsung secara sistematis ini.
Jika dibiarkan, pelabuhan tikus bukan lagi sekadar jalur alternatif—melainkan bisa berubah menjadi simpul utama pergerakan barang ilegal yang semakin sulit dikendalikan.








