Batam,_ elanghitamindonesia.co.id/ Cristy Lemon menyampaikan hak jawab atas pemberitaan yang menyoroti kehadiran Mandataris PWOD DPW Kepulauan Riau, Hans, dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan DPP IPJI. Menurutnya, pemberitaan tersebut telah berkembang secara berlebihan dan perlu diluruskan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Cristy menilai, sebagai pimpinan organisasi dan tamu undangan, setiap pihak seharusnya dapat menyikapi situasi dengan bijaksana serta mengedepankan etika berorganisasi. Ia mengatakan bahwa dalam setiap kegiatan, tamu undangan juga diharapkan memahami kondisi panitia penyelenggara.

“Saya tidak memahami mengapa persoalan ini kemudian dikaitkan dengan saya secara pribadi. Sebagai Bendahara Umum DPP IPJI, saya hanya berusaha menjadi penghubung karena adanya kekecewaan dari yang bersangkutan,” ujar Cristy.

Ia menjelaskan bahwa jumlah tamu undangan yang sangat banyak membuat panitia tidak sengaja melewatkan penyebutan beberapa nama saat acara berlangsung. Namun, menurutnya, panitia telah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu yang hadir.

Cristy juga mengutip penjelasan Ketua DPW IPJI Kepulauan Riau, Ismail, yang menyampaikan bahwa tidak memungkinkan menyebutkan seluruh nama tamu satu per satu karena keterbatasan waktu. Oleh karena itu, panitia telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh tamu undangan yang belum sempat disebutkan namanya.

Selain itu, Cristy menyayangkan adanya foto dirinya yang dimuat di beberapa media online tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya maupun kepada DPP IPJI. Ia menegaskan bahwa foto tersebut bukan merupakan bagian dari sesi wawancara ataupun pernyataan resmi.

Menurut Cristy, Ketua Panitia, Budi Sudarmawan, juga telah menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan acara melalui sambutannya.

Cristy berharap persoalan tersebut tidak lagi diperbesar dan dapat disikapi secara profesional sebagai sesama insan pers.

“Setiap kegiatan pasti memiliki kekurangan. Mungkin ada tamu yang merasa kurang puas, tetapi kita juga harus berjiwa besar dan saling memahami. Tidak ada penyelenggaraan kegiatan yang benar-benar sempurna. Semoga ini menjadi pembelajaran bersama agar ke depan semakin baik,” tutupnya.