Batam elanghitamindonesia.co.idβ Sejumlah persoalan yang terus membelit Kota Batam menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat. Ketua Umum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Lia Claudia Candra, bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, seharusnya tampil sebagai ujung tombak penyelesaian berbagai permasalahan krusial yang kian hari kian kompleks.
βSaya menilai, sudah saatnya Pemko dan BP Batam mengambil peran nyata, bukan hanya bersifat administratif atau simbolik. Jika persoalan-persoalan di Batam terus dibiarkan berlarut-larut, maka yang dirugikan adalah masyarakat luas dan para pelaku usaha. Ini akan berdampak pada iklim kota yang tidak lagi kondusif,β ungkap Ismail saat diwawancarai, Minggu (4/8).
Segudang Persoalan Kronis
Ismail menyoroti sejumlah masalah utama yang hingga kini belum mendapat penanganan optimal, mulai dari persoalan sampah yang tak kunjung selesai, hingga banjir yang seolah menjadi agenda tahunan tanpa solusi permanen.
βBayangkan, dua persoalan mendasar seperti sampah dan banjir saja belum tuntas. Padahal dampaknya langsung dirasakan masyarakat, bahkan mengganggu aktivitas ekonomi dan kelancaran usaha,β tambahnya.
Lebih jauh, ia juga menyoroti persoalan lingkungan yang makin parah akibat aktivitas cut and fill, galian C, dan penimbunan yang dilakukan tanpa kendali dan pengawasan ketat. Dampak ekologisnya dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai titik.
Tak hanya itu, sektor ketenagakerjaan juga menjadi sorotan, terutama terkait kasus upah yang tak dibayarkan dan berujung pada gejolak hubungan industrial. Belum lagi ketidakpastian dalam proses perizinan usaha dan lemahnya pengelolaan pajak daerah.
βBanyak pelaku usaha yang mengeluh soal ketidakpastian izin. Kalau hal ini terus dibiarkan, bagaimana kita mau bicara soal peningkatan investasi ke depan?β katanya.
Konflik Lahan dan Minimnya Tindakan
Permasalahan pembebasan lahan dan maraknya rumah liar pun tak luput dari perhatian. Ismail menyebut seringnya konflik antara masyarakat dan pengusaha menjadi bukti lemahnya peran pemerintah sebagai penengah dan fasilitator.
βPemerintah harus hadir. Jangan pasif. Pemko dan BP Batam seharusnya jadi penentu arah dan penyeimbang, bukan malah diam ketika masyarakat dan pengusaha bersitegang karena ketidakjelasan aturan,β tegasnya.
Ismail juga menyesalkan sikap lamban Pemko dan BP Batam dalam merespons berbagai kritik dan masukan dari media maupun organisasi masyarakat.
βKami sudah sering menyuarakan ini melalui berbagai kanal, tapi respons yang kami terima minim. Padahal tujuan kami satu: demi kebaikan dan kemajuan Batam ke depan,β ujarnya.
SDM Unggul dan Kepemimpinan Berorientasi Target
Sebagai solusi, Ismail meminta agar Amsakar Achmad dan Lia Claudia Candra menempatkan sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar mumpuni di posisi strategis, agar berbagai persoalan tidak berlarut dan membebani masa depan kota.
βTempatkan orang yang ahli dan punya integritas. Jangan lagi eksperimen. Kita sedang menghadapi masa transisi penting. Kalau masalah sekarang saja tidak selesai, bagaimana kita bisa menyambut tantangan ke depan?β katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan mengawasi investasi yang telah masuk. Menurutnya, investasi yang berjalan saat ini justru menjadi tulang punggung pembangunan kota, sehingga harus dijaga dengan serius, bukan malah dibiarkan terbengkalai.
βJangan bicara investasi masa depan kalau yang sekarang saja tidak dijaga. Investasi bukan hanya soal membuka pintu, tapi bagaimana menjaga kepercayaan dan menciptakan stabilitas.β
Harapan untuk Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab
Mengakhiri pernyataannya, Ismail menegaskan bahwa seluruh tanggung jawab ini berada di pundak para pemimpin, baik di Pemko Batam maupun BP Batam.
βPak Amsakar dan Bu Lia, sebagai wali kota dan wakil wali kota, sekaligus kepala dan wakil kepala BP Batam, harus menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. Jadilah pemimpin yang bekerja dengan target, agar setiap tahun ada capaian nyata, bukan hanya laporan kertas,β tutupnya.








