Batam,_ elanghitamindonesia.co.id/ Insiden keributan yang terjadi di kawasan Grand Mall, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (16/7/2026), berujung pada laporan polisi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Seorang pria berinisial D mendatangi Polsek Lubuk Baja pada Jumat (17/7/2026) dini hari untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Usai membuat laporan, D mengaku menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh beberapa orang saat berada di kawasan pusat perbelanjaan tersebut. Menurutnya, video amatir yang beredar di media sosial hanya menampilkan sebagian rangkaian kejadian sehingga belum menggambarkan kronologi secara utuh.

“Video yang beredar hanya memperlihatkan satu sisi. Saya berharap ada rekaman CCTV atau video lain yang bisa memperjelas apa yang sebenarnya terjadi,” ujar D kepada awak media.

D juga menyampaikan bahwa persoalan antara dirinya dan pihak yang diduga terlibat disebut pernah terjadi sebelumnya. Menurut pengakuannya, kedua belah pihak sempat membuat surat pernyataan sebagai bentuk penyelesaian atas permasalahan yang pernah terjadi.

Dalam keterangannya, D mengaku saat insiden berlangsung dirinya sedang berada di lokasi bersama pasangannya. Ia menduga diserang oleh sekitar lima hingga enam orang saat sedang menggunakan telepon seluler. Klaim tersebut masih menunggu pembuktian melalui proses penyelidikan kepolisian.

Akibat kejadian itu, D mengaku mengalami rasa sakit di beberapa bagian tubuh, terutama pada bagian dada. Meski belum terlihat adanya luka luar yang signifikan, ia mengaku telah menjalani visum sebagai bagian dari proses pelaporan.

D berharap penyidik memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

“Saya menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian. Harapan saya, kasus ini dapat ditangani secara adil, profesional, dan transparan,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terlapor maupun kepolisian terkait kronologi lengkap insiden tersebut. Polisi diketahui masih melakukan pendalaman atas laporan yang telah diterima.

(Red)