Jakarta,_ elanghitamindonesia.co.id/ Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan Rp12 triliun APBN 2025 mengendap di rekening Yayasan SPPG, pengelola Dapur MBG. Dana sebesar itu seharusnya dikembalikan ke negara melalui Kemenkeu.
Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia Perjuangan, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., mendesak KPK segera bertindak. “KPK bukan lembaga konsultan, bukan pengkaji, bukan jubir pemerintah. KPK adalah Komisi Pemberantasan Korupsi. Kalau ada bau korupsi menyengat di program MBG, harus segera usut tuntas tanpa pandang bulu,” tegas Ali Mahsun, Jumat, 29/5/2026.
Sebelumnya KPK menyebut ada 8 celah korupsi di program Makan Bergizi Gratis. Ali Mahsun merinci 8 temuan yang “beraroma koruptif”:
1. *Rp12 T APBN 2025 mengendap* di rekening Yayasan SPPG.
2. *SPPG disuspend tapi tetap dapat insentif* Rp6 juta/hari.
3. *Sogok titik dapur MBG* Rp400 juta per titik.
4. *21.081 motor listrik* @Rp42 juta, total Rp1,22 T.
5. *31 paket EO* senilai Rp113,9 M.
6. *Pengadaan IT* Rp1,2 T.
7. *Alat makan 315 SPPG* senilai Rp215 M.
8. *Kaos kaki* @Rp100 ribu, total Rp6,9 M.
“Setiap rupiah APBN adalah amanah rakyat. _Ngunu yo ngunu tapi yo ojo kebacut_,” ujar lulusan FKUB Malang dan FKUI Jakarta itu.
Ali Mahsun menegaskan MBG adalah program luhur Presiden Prabowo. Pagu APBN 2026 mencapai Rp335 T, diefisienkan jadi Rp268 T. MBG jadi driver gizi generasi bangsa, penggerak ekonomi rakyat, dan instrumen kedaulatan ekonomi menuju pertumbuhan 8% pada 2029. “MBG wajib sukses, tidak boleh gagal.”
Presiden Prabowo sendiri sudah menyatakan banyak masalah di MBG dan memerintahkan Kepala KSP Dudung Abdurrahman untuk investigasi.
*Karena itu, APKLI-P mendesak:*
1. *Presiden Prabowo* evaluasi total dan segera copot Kepala BGN Dadan Hindayana & Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya.
2. *Kembalikan ruh MBG* ke kantin sekolah dan kuliner rakyat.
3. *KPK* segera periksa pejabat BGN yang diduga koruptif dan menyalahgunakan wewenang.
“_Ojo suwe-suwe ben ora ambyar_. Jangan lama-lama agar kepercayaan rakyat tidak luruh,” pungkas Presiden Kawulo Alit Indonesia yang juga eks Sekretaris Lembaga Sosial Mabrot PBNU 2000-2005.








