BATAM, elanghitamindonesia.co.id — Aroma busuk penyelundupan barang seken asal Singapura kian menyesakkan. Tim Investigasi mengungkap dugaan keterlibatan IS, figur politik berpengaruh di Kepri, sebagai dalang utama yang melancarkan arus kontainer ilegal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ironisnya, meski namanya berulang kali disebut oleh pelaku lapangan, IS masih belum tersentuh hukum.

Para pekerja bongkar muat mengungkap praktik lancung yang telah berlangsung lama:

“Kontainer bisa lolos tanpa hambatan karena ada yang mengawal dari level atas. Semua tahu siapa di belakangnya,” Operasi ini diduga terstruktur ala mafia, berjalan dengan disiplin tinggi dan rasa percaya diri karena merasa dilindungi.

Pemilik barang mengaku membeli balpres langsung dari Singapura dan memasukkannya ke Batam via ekspedisi kontainer. Kejanggalan terjadi di lapangan:

– Manifes diduga dimanipulasi.

​- Dokumen dipoles agar terlihat legal.

​- Kontainer melenggang bebas lewat jalur hijau.

Sumber menegaskan, “Ini permainan kekuasaan, bukan kelas teri.”

Pernyataan oknum bea cukai yang menyebut barang sebagai “barang tangkapan” ditertawakan para sopir dan pekerja lapangan. “Barang tangkapan dari mana? Kami disuruh mengeluarkan barang, bukan menahan. Siapa berani ambil risiko tanpa perintah ‘orang besar’?,”

Sumber lain menambahkan, “Permainan ini takkan hidup tanpa keterlibatan oknum bea cukai. Semua tahu siapa ‘pemayungnya’.”

Dugaan keterlibatan IS terlalu sering mencuat untuk diabaikan. Publik kini melihat adanya pembiaran, ketakutan, atau kekuatan besar yang tak tersentuh.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak-pihak terkait.