PANGKALPINANG,_ elanghitamindonesia.co.id/ Meski APKLI Pangkalpinang sudah memiliki pangkalan gas 3 KG untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Usaha Mikro, nyatanya para pedagang di sekitar Jembatan Emas masih kesulitan mendapatkan gas 3 KG dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Keluhan itu diungkapkan oleh Kordinator PKL di Jembatan Emas, Sudar, kepada awak media (Senin, 22 Juni 2026).
“Pedagang di Jembatan Emas masih kesulitan mendapatkan gas 3 KG dengan harga HET. Kami biasanya masih beli harga toko ya 25 ribuan, ” ungkap Sudar.
Ketika disinggung terkait ketersediaan gas 3 KG di markas APKLI, Sudar menyatakan jarak tempuh dari Jembatan Emas ke Gerunggang sangat jauh. Hal itukah yang menyebabkan para PKL enggan mengambil kuota di markas APKLI.
“Kami juga anggota APKLI, Pak. Persoalannya adalah jarak tempuh. Kalau beli di markas APKLI kan terlalu jauh. Boros waktu.Kalau diantar kan pasti tambah ongkos antar, ” kata Sudar.
Menurut Sudar, akan lebih efektif jika Pertamina menyediakan Pangkalan Gas terdekat supaya para PKL bisa menjangkau dan hemat waktu.
Ketika disinggung apakah selama ini para PKL membeli di toko atau di Pangkalan APKLI, Sudar menyatakan bahwa sesekali ia membeli di Pangkalan APKLI kalau lagi sedang kosong.
“Terus terang kami terbantu dengan adanya Pangkalan Gas APKLI hanya jaraknya saja terlalu jauh, ” Ungkap Sudar.
Menanggapi keluhan para PKL di Jembatan Emas, Ketua APKLI Kota Pangkalpinang Abang Ruli mengatakan akan berkoordinasi dengan Ketua APKLI Babel Mangimpal Lumbantoruan.
“Kami siap tampung saran dari rekan rekan PKL di Jembatan Emas. Saya akan berkoordinasi dulu dengan Ketua APKLI Babel, ” balas Abang Ruli singkat.
Untuk sekedar informasi bahwa di Jembatan Emas ada 80 PKL yang sehari hari membutuhkan gas 3 Kg.
Untuk keberimbangan pemberitaan, awak media masih berupaya menghubungi pihak terkait.








