Pangkalpinang-
Elanghitamindonesia.co.id/
Perjalanan rombongan santriwati dari Bangka menuju Surabaya melalui transit Jakarta mengalami kendala serius. Sebanyak 29 santriwati dilaporkan tidak dapat melanjutkan penerbangan setelah dinyatakan terlambat oleh pihak maskapai, meski seluruh rombongan sebelumnya telah menyelesaikan proses administrasi penerbangan.
Ketua rombongan, M. Farhan Adduha, menjelaskan bahwa rombongan yang dipimpinnya berjumlah 71 santriwati. Seluruh peserta telah melakukan check-in, mencetak tiket, serta menerima nomor kursi masing-masing sesuai jadwal penerbangan.
“Seluruh rombongan telah menyelesaikan proses check-in dan tiket resmi sudah dicetak. Nomor kursi juga telah ditentukan. Namun saat antrean menuju boarding, kami mendapat informasi bahwa sebagian rombongan dianggap terlambat,” ujar Farhan.
Menurutnya, dari total 71 santriwati, hanya 42 orang yang akhirnya dapat melanjutkan perjalanan, sedangkan 29 lainnya tertahan dan tidak diperbolehkan naik ke pesawat.
Farhan menilai keputusan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, saat 29 santriwati dinyatakan tidak dapat berangkat, puluhan anggota rombongan lainnya masih berada dalam antrean boarding menuju pesawat. Artinya, proses boarding saat itu belum sepenuhnya selesai.
“Ketika 29 santriwati dinyatakan tidak bisa berangkat, masih ada 41 santriwati lain yang masih berada dalam antrean menuju pesawat. Jadi proses boarding sebenarnya masih berlangsung,” jelasnya.
Selain itu, barang-barang atau bagasi milik rombongan disebut telah lebih dahulu dimasukkan ke dalam pesawat. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidaksesuaian karena sebagian penumpang tidak ikut diberangkatkan, sementara bagasi mereka sudah berada di dalam pesawat.
Pihak rombongan mempertanyakan alasan maskapai yang menyebut adanya keterlambatan. Sebab, apabila benar para santriwati dianggap terlambat, seharusnya sejak awal seluruh rombongan tidak dapat menyelesaikan proses check-in maupun memperoleh tiket dan nomor kursi.
Farhan menegaskan, kejadian tersebut menyebabkan kerugian, baik secara moril maupun materiil, serta mengganggu rencana perjalanan rombongan yang sedianya berangkat bersama dalam satu jadwal.
Atas peristiwa itu, rombongan berharap pihak maskapai dan instansi terkait segera memberikan penjelasan, klarifikasi, serta solusi terbaik agar para santriwati yang tertinggal dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan tepat waktu.








